Google Adsense dan Publisher Islam

Maksiat itu ada di mana-mana dan sangat beragam macam tingkatanya, ada yang dosa kecil dan ada pula yang dosa besar,semua tergantung pada perbuatan maksiat itu sendiri dan juga tergantung pada niatnya.

Semakin berkembangnya teknologi canggih, terutama media sosial yang bisa membantu mempermudah atas kebutuhan hajat manusia modern,dan setiap orang bisa mengaksesnya, tidak menutup kemungkinan di dalamnya banyak sekali hal-hal yang mengandung maksiat, dalam menyikapi khususnya permasalahan tampilan iklan google adsense yang tidak relevan dengan konten atau artikel pada blog atau Domain websaite, misalnya konten atau artikel tentang agama di pasang iklan yang berbau maksiat, memang ini sangat bertentangan dengan agama, Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi ? Siapa yang salah dalam hal ini ? apakah technologinya yang belum sepadan ataukah orangnya yang bersikap apatis ? lantas bagaimana hukumnya menurut islam?

logo google adsense

Sekilas Tentang Google Adsense

Sebelum saya menguraikan lebih lanjut,terlebih dahulu saya terangkan proses kronologi antara Google Adsense, publisher, dan perusahaan. Yang pertama kita sebut saja google adsense adalah sebagai advertising atau sebagai jasa periklanan, publisher adalah sebagai media iklannya dan perusahaan sebagai yang membutuhkan barangnya untuk di promosikan lewat iklan, program itu di atur dan di tuangkan dalam perjanjian baik masalah presentasi ataupun kode etik dan lain sebagainya, yang mengatur itu semua adalah Google yang mempunyai otoritas penuh, semua mengikuti peraturan yang di buat oleh Google Adsense.

Program Google Adsense

Adapun Google Adsense adalah program yang menampilkan iklan, dan isi iklan tersebut biasanya adalah text link atau gambar komersial yang di pasang ke blog atau website atau search box kotak pencarian, biasanya link atau gambar tersebut akan disesuaikan dengan isi dari website pemasang secara otomatis oleh Google lalu Google akan membayar pemasang setiap kali link tersebut di klik.

Macam-macam tipe Google Adsense antaranya Adsense for content sistemnya paid per click atau paid per impression ada juga tipe Adsense for search bentuknya search engine yang di pasang di web. atau blog, yang hanya akan mendapat bayaran bila ada orang yang melakukan pencarian dan kemudian orang tersebut meng klik pada salah satu pencarian yang berupa iklan yang di bayar. Biasanya diberi kotak dan ada kode “Ads by google”.

Google Adsense dan Publisher Muslim

Publisher muslim sudah barang tentu menghendaki rizki yang di dapatkanya adalah rizki yang halal dan baik, itu sudah menjadi kewajiban umat muslim, akan tetapi rizki yang halal itu harus di usahakan dan di perjuangkan.

Publisher islam atau websaite, blog yang bergabung dengan Google Adsense, di situ ada penghasilan dan keuntungan yang akan di dapat oleh ketiga pihak yaitu (Google Adsense, publisher dan perusahaan) ini sama halnya ketika publisher islam web atau blog yang bergabung dengan Google Adsense, seperti "orang islam yang bekerja kepada non muslim" yang mempunyai keterikatan dengan aturan-aturan atau MoU, baik antara Google dan negara ataupun publisher dengan Google, karena dalam hal ini kenyataanya ada suatu perjanjian yang terkait, maka ketika kita ada permasalahan alangkah baiknya kita kembalikan kepada aturan-aturan yang mengatur yang bisa di jadikan Rujukan.

Tampilan Iklan Google Adsense

Google Adsense akan menampilkan iklan secara acak/random dan akan tampil sesuai konten-konten web atau blog, namun kenapa ada iklan yang tidak sesuai tampil di web atau blog anda? Karena ketika ada pengunjung yang kebetulan sedang mencari informasi sabun mandi, secara kebetulan pula pengunjung tersebut mengunjungi web atau blog anda, nah disitu iklan sabun mandi tersebut akan ikut tampil pada web atau blog anda, nah itulah barangkali kenapa iklan Google Adsense terkadang tidak sesuai dengan konten anda, jadi permasalahan ini menurut saya bukan faktor kesengajaan dari pihak Google Adsense, namun hal yang demikian bisa di antisipasi dengan cara menyaring iklan-iklan tersebut agar iklan selalu persesuaian dengan blog atau website anda.

Dengan demikian tidak ada lagi kesangsian masalah hukum halal atau haramnya menurut Islam.

Websaite atau blog Islami

Ketika kita menyia-nyiakan kesempatan ini (syia’ar lewat medsos) sedangkan semua mata sedang tertuju pada medsos ini... saya ingin mencontohkan semisal ketika seorang mubaligh di panggil untuk ceramah, sedangkan yang akan di ceramahi rombongan wanita tuna susila, pasti iklanya juga sekitar lokalisasi tersebut, lantas apakah yang harus dilakukan, menolak atau menerima? kalau mereka para Mubaligh tidak mau lagi berceramah di tempat lokalisasi lalu siapa yang mau membimbing mereka agar di jalan yang benar?, begitu juga web atau blog islami ketika sudah tidak mau lagi menulis artikelnya , sementara medsos sudah menjadi kebutuhan publik. Lalu siapa yang akan meluruskanya?  Dan apabila ada hal yang kurang berkenan bisakah diperbaiki secara bijaksana.

Dan apakah orang islam yang bekerja kepada orang kafir di hukumi haram? dan ataukah di hukumi sama seperti tolong menolong dalam hal kemaksiatan? saya rasa kita harus bisa membedakan antara tolong- menolong dengan bekerja, semua itu lagi-lagi tergantung pada niatnya dan usahanya,
Umat Islam boleh bergaul dengan siapa saja (Toleransi) apalagi untuk bersyi’ar Islam, menegakan agama Allah, kita tidak boleh menutup diri, karena kita memang tidak sendiri, namun Islam tidak bertoleransi tentang Aqidah.

Dalil-Dalil Tentang Syi’ar

Bertepatan dengan masalah ini, saya cuplik sebuah hadist yang berkaitan dengan syi’ar Islam
Artinya :

Dari Abu Hurairah ra. Bahwasnya Rasulullah salallahu’alaihi wassalam, pada perang Khaebar bersabda : "Saya akan benar-benar menyerahkan panji ini kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasulnya, dimana Allah akan mengaruniakan kemenangan padanya”. Umar ra.berkata :”Saya tidak ingin memegang pimpinan kecuali pada hari ini, maka saya menunjukan diri dengan harapan agar di panggil oleh Nabi untuk memimpinya”. Tetapi Rasulullah salallahu’alahi wassalam, memanggil ‘Ali bin Abu Thalib dan menyerahkan panji itu kepadanya seraya bersabda : “Majulah ke depan dan janganlah kamu menoleh ke belakang sebelum Allah memberi kemenangan kepadamu”. Kemudian ‘Ali melangkah beberapa langkah lantas berhenti tetapi tidak menoleh ke belakang dan berteriak “Wahai Rasulullah, kepada siapakah saya harus berperang ? Beliau menjawab : “perangilah mereka sehingga mereka menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah. Apabila mereka telah menyaksikan yang demikian itu maka kamu tidak boleh lagi memerangi mereka baik darah maupun harta bendanya kecuali dengan hak, Adapun masalah perhitungan mereka adalah terserah Allah". (Riwayat Muslim)

Kalau kita cermati dalam hadist tersebut dan mengambil manfaatnya adalah suatu perintah berjuang menegakan Agama Allah, apapun resikonya, adapun perhitunganya hanya kepada Allah kita serahkan.

Dalam Hadist lain juga disebutkan yang artinya :
Dari Abu Sa’id Al-Khudry ra. Berkata : “Barangsiapa di antara kamu sekalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tanganya, bila ia tidak mampu maka hendaklah ia merubahnya dengan lisanya, bila ia tidak mampu maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman”. (Riwayat Muslim)

Dalam Hadist lain di sebutkan yang artinya :
Dari Ibnu Mas’ud ra. Bahwasanya Rasulullah bersabda : “tiada seorang Nabi pun yang di utus sebelumnya aku, melainkan ada sahabat-sahabat yang setia, yang mengikuti sunahnya dan mengerjakan apa yang diperintahkan, kemudian timbul sesudah mereka orang-orang yang suka bicara dan tidak suka berbuat, mereka berbuat sesuatu yang tidak diperintahkan. Barang siapa yang memerangi mereka dengan tanganya (kekuasaanya) maka ia adalah Mukmin, barang siapa yang memerangi mereka dengan lisanya maka ia adalah Mukmin dan barang siapa yang memerangi mereka dengan hatinya maka dia juga mukmin, selain dari pada itu tidak ada lagi iman walau sebesar biji sawi” (Riwayat Muslim).

Lantas bagaimana dengan orang yang sudah bersyi’ar mempunyai penghasilan lewat Google Adsense? Kalau kita mundur bersyiar islam karena hanya mempersoalkan tampilan iklan yang bertentangan, justru kita harus berani syi’ar melawan hal yang bertentangan tersebut, sementara ada atau tidak ada artikel tentang Islam, Google Adsense terus jalan dan bisa di akses oleh siapa saja.
Halal dan Haram mari kita serahkan kepada yang Maha kuasa Allah subhanhu wata’ala dan berusaha sekuat tenaga agar kita mendapatkan rizqi yang Halal dan berusaha sekuat tenaga kita cegah yang haram.

Solusi Mengatasi Iklan Yang Tidak Relevan Google Adsense

Ketika anda seorang publisher yang bergabung dengan google Adsense, untuk menghindari iklan-iklan yang mengandung maksiat, anda harus bertanggung jawab dan selalu menyaring iklan-iklan yang berbau maksiat itu, dengan sekuat tenaga dan kemampuanmu.

Semoga artikel ini bermanfaat amin ya rabal’alamin   hukum islam dan umum

0 Response to "Google Adsense dan Publisher Islam"

Posting Komentar